Kosong Diambang Pilu
Rasa kian menghilang;
Asa semakin meredup bukan kepalang;
Semesta sudah tak menghiraukan;
Bahwa kudrat benar ditentukan.
Kulo tak tergoda tangis;
Malah, aku mampu lari dari sapaan sepi;
Hanya kosong yang terus mengiris;
Hanya sunyi yang gemar menemani.
Memang;
Sembilu masih lemah;
Namun sukma sudah diambang susah;
Hingga logika nampak payah;
Terseret dalam perasaan bersalah.
Waktu semakin menertawai;
Rancu terus membenci;
Yang lalu mengejek tanpa henti;
Sampai sukma mulai menyadari;
Bahwa raga lemah dalam pengobatan nalar dan naluri.
Komentar