Seonggok Aku Yang Kritis



Siapakah aku?
Jika tatkala kucari akunya diriku. Aku tak jua menemukan?
Sudah kupikirkan dalam nalar paling ramai. Dalam bahasa paling gulita dan sunyi. Kau (Aku) tak kunjung kutemukan. 

Siapakah aku?
Apabila sejatinya, aku sendiri tak pernah ada diantara komponen semesta.
Mungkinkah adanya aku tercipta dari yang tidak ada. Atau bahkan memang benar-benar tak ada? 

Siapakah aku?
Kala kucoba terjemahkan kamusnya diriku, perlahan. Tiap diksi dan ayatnya terlalu pelik untuk kutelanjangi dan kutafsirkan. 
Sudah kuhabiskan bercangkir-cangkir kopi, 
Sudah kukhatamkan beribu-beribu tembakau, aku tak benar-benar sukses mengartikan.

Siapakah aku?
Apakah keberadaan tiadaku ini adalah sebuah kebetulan atau sesuatu yang direncanakan?
Bolehkah aku memastikannya dengan menyelinap ke Ajali-Mu, Tuan? 

Lantas siapakah aku, Tuan?
Di pelataran logika pun, aku tak kunjung mendapat pencerahan. Telah kupakai semua rumus fisika, kimia dan matematika untuk memecahkan. Namun sayang, aku selalu berujung pada kebuntuan.

Cipasung, 22 Oktober 2020

Komentar

Postingan Populer