Do'a dan Cinta



Di sepertiga gulita, aku dibangunkan oleh Malaikat melalui alarm yang berdering.
Lantunan tahrim di Masjidil Haram mengiringi do'a-do'a yang tengah kutengadahkan.

Dengan suara lirih, kubercengkrama dengan Maha Pemilik Cerita. Mataku jujur menangis seperti tangisan bocah kecil yang meminta puting susu pada ibunya.

"Jika memang dia untukku, tunjukanlah jalan yang benar agar aku tidak tersesat di dalam rasa yang cuma-cuma. Atau jika kau menghendaki dia sebagai ujian, maka kuatkanlah diriku untuk menghadapi peliknya ujian terindah-Mu, Tuhan."

-2020

Komentar

Postingan Populer