Pertemuan



Ada sepersekian detik yang tak pernah bisa kulupakan. Entah seberapa keras aku berusaha, kotak memori itu masih tetap nyaring bersuara. Dalam diam, kamu berteriak. Dalam ramai kamu bersorak. Kamu ingat Ra, ketika mata kita saling bertatapan, kita sama-sama hafal dan cepat mengalihkan pandangan. Lucu rasanya, haha! Namun dari sana aku sadar bahwa saat itulah orbit kita telah saling bersinggungan.

Aku percaya, saat itu batin kita telah bertukar sapa dalam percakapan yang bahkan tak disengaja. Saking nyamannya dalam diam, lisan kita sampai tak kuasa untuk mengucapkan. Kendati demikian, kita telah sama-sama ramai dalam kesunyian. Satu hal pintaku, meski kita tak bisa bersama, aku harap kita masih bisa bertukar sapa walaupun itu di usia senja.



Komentar

Postingan Populer