Mengantarkan Sepotong Sajak
Matamu adalah payung
Hidungmu adalah bait puisi
Sedang suaramu, adalah sejuk semilir angin
Selepas hujan sore,
Rindu menguap ke langit-langit rasa
Beserta kasih, yang meriak di rongga dada
Sudah kutitipkan salam lewat merpati
Yang sedang asyik terbang di bawah gerimis
Aku bercakap dengan sunyi, kemudian
Mendengar berita langit tentang wanita yang merindukan kepulangan
Namun, kamu adalah kasih yang tak bisa dengan mudah kuraih
Kamu adalah sajak, beraromakan sisa hujan di sore hari

Komentar