Pagi Itu
Pagi itu, hujan yang turun cukup deras.
Aku pikir mungkin pelukis langit lari terburu-buru, sehingga yang terlihat hanyalah hitam dan kelabu. Lalu, kamarku cukup gelap dan pengap untuk menahan rindu.
Dingin yang menyusup__merambat kuat membangunkanku.
Pagi itu, baru saja kuterbangun dari tidur.
Dan hal yang pertama kali kutunaikan bukanlah membasuh muka ataupun menggosok gigi. Meskipun akalku belum sepenuhnya hadir saat itu, dan wajahku yang masih nampak seperti hantu, tak membuat diriku berhenti untuk melihat ponsel pintarku terlebih dahulu.
Pagi itu, menjadi pagi yang lebih dingin dari biasanya.
Hanya karena teks yang kudapat darimu,
Tentang kau yang bersikeras berkata padaku jika,
“Aku ingin berpisah darimu, karena aku ingin belajar untuk mencintai diriku sendiri terlebih dahulu”
Pagi itu, hujan yang turun cukup deras.
Sehingga akhirnya, aku sulit membedakan;
Yang mana air mata,
Dan yang mana air hujan.

Komentar